Jejaring sosial adalah prasyarat bagi cara-cara pertukaran informasi yang baru, bukan tujuan akhir.

Menurut definisinya, jaringan sosial hanyalah sekumpulan koneksi antara orang-orang berbeda yang diwakili oleh sistem komputer. Representasi ini tidak akan memberikan nilai bagi siapa pun jika tidak memungkinkan pertukaran informasi dengan cara-cara baru. Saat Anda berteman dengan seseorang di Facebook, terhubung dengan mereka di LinkedIn, atau mengikuti mereka di Twitter, Anda tidak melakukannya untuk tujuan akademis; Anda melakukannya untuk berkomunikasi. Anda tidak peduli dengan peningkatan integritas jaringan sosial; Anda peduli dengan cara Anda menggunakannya untuk berinteraksi dengan orang yang Anda sayangi.

Jaringan-jaringan ini mempunyai karakteristik yang sama satu sama lain, namun memiliki perbedaan yang sangat penting dalam karakteristik yang lebih penting. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi lebih penting, meskipun juga kurang dipahami, karena perbedaan-perbedaan tersebut memungkinkan masing-masing perbedaan menyajikan cara-cara unik dalam bertukar informasi. Jika tidak demikian, masyarakat tidak memerlukan lebih dari satu jejaring sosial.

Ada tiga kategori di mana perbedaan-perbedaan ini dapat dipecah untuk lebih memahami permintaan pasar untuk berbagai jejaring sosial. Pertama, ada pertanyaan tentang **hubungan**, atau pentingnya orang-orang menjalin koneksi satu sama lain di jaringan tertentu. Kedua, ada pertanyaan tentang **konten**, atau jenis informasi yang dapat dibagikan ke seluruh jaringan. Dan ketiga, ada pertanyaan tentang **mekanisme**, atau bagaimana informasi dapat dipublikasikan atau dikonsumsi, yang tidak hanya memengaruhi produksi dan distribusinya tetapi juga maknanya.

Kategori-kategori ini membentuk tiga pilar jaringan sosial yang efektif. Kelemahan dapat dan pasti akan ditoleransi dalam pilar mana pun, namun masing-masing pilar harus kuat secara keseluruhan atau jaringan tidak akan menjadi cara yang menarik untuk bertukar informasi. Selain itu, jaringan sosial baru harus membedakan dirinya dari jaringan sosial yang sudah ada dengan menetapkan setidaknya satu (tetapi tidak harus semua) pilar-pilar tersebut secara berbeda, sehingga memberikan alasan bagi masyarakat untuk mengadopsi jaringan lain.